Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

FASILITAS KESEHATAN

Written By kecamatan mlarak on Sabtu, 19 Mei 2012 | 00.07

FASILITAS KESEHATAN DI KECAMATAN MLARAK


                   PUSKESMAS      : 1
                   POLINDES          : 10
                   KLINIK KB         : 14
                   POSYANDU        : 51




NO DESA PUSKESMAS POLINDES KLINIK KB POSYANDU
1
TUGU
-
1
1
5
2
CANDI
-
1
1
3
3
TOTOKAN
-
1
1
4
4
NGRUKEM
-
1
1
4
5
SIWALAN
-
-
1
3
6
JORESAN
-
1
1
3
7
NGLUMPANG
1
-
1
4
8
GONTOR
-
-
1
2
9
GANDU
-
1
1
4
10
JABUNG
-
1
1
3
11
BAJANG
-
-
1
3
12
MLARAK
-
-
-
4
13
SERANGAN
-
1
1
2
14
SUREN
-
1
1
3
15
KAPONAN
-
1
1
4


ket : --

Bagaimana Masa Depan Asuransi Kesehatan Swasta Setelah BPJS?

Written By kecamatan mlarak on Jumat, 11 Mei 2012 | 02.06

Jakarta - Pada tanggal 1 Januari 2014 nanti, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) diharapkan sudah operasional. BPJS ini akan menjamin seluruh masyarakat Indonesia dapat mengakses layanan kesehatan dasar. Dalam BPJS, seluruh program jaminan kesehatan masyarakat sebelumnya akan melebur menjadi satu, termasuk Askes, Jamkesmas, Jamsostek dan Jampersal.

Pemerintah berencana mewajibkan seluruh penduduk Indonesia untuk menjadi peserta BPJS dengan cara membayar iuran bulanan. Kisaran iurannya mungkin sekitar Rp 15.000 - 27.000 perbulan, namun belum ditetapkan karena masih menunggu pembahasan. Karena program ini bukan berorientasi profit, maka jika angkanya kelebihan atau dianggap keberatan masih bisa diturunkan lagi nominalnya.

Untuk masyarakat yang sudah memiliki asuransi swasta, wamenkes menghimbau tidak perlu khawatir karena BPJS dimaksudkan untuk mencakup layanan kesehatan dasar. Masyarakat yang memiliki asuransi swasta dapat memilih berobat ke rumah sakit lain yang lebih sesuai dengan kemampuan finansialnya.

"Masyarakat yang sudah memiliki asuransi swasta tetap harus ikut BPJS untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dasarnya. BPJS intinya adalah gotong royong, yang sehat membantu yang sakit, yang kaya membantu yang miskin dan yang muda membantu yang tua," kata Ali Ghufron Mukti, Wakil Menteri Kesehatan dalam acara jumpa pers mengenai penyelenggaraan BPJS di Kementerian Kesehatan, Jumat (11/5/2012).

Wamenkes merencanakan BPJS akan bekerjasama dengan asuransi swasta sehingga peserta BPJS tidak perlu membayar 2 kali untuk asuransi kesehatan. Sedangkan bagi masyarakat yang tidak mampu membayar karena alasan tidak mampu akan dibayari oleh pemerintah.

Dalam program ini, setiap peserta dapat mendaftarkan anggota keluarganya lewat iuran yang dibayar oleh peserta. Para peserta akan ditanggung segala pengobatannya, termasuk operasi yang mahal seperti operasi gagal jantung dan gagal ginjal kronis.

Namun ada juga pelayanan kesehatan yang terbatas seperti kacamata tidak boleh ganti setiap 2 tahun. Jenis pelayanan kesehatan yang tidak disebabkan terganggunya fungsi tubuh juga tidak akan dijamin. Contohnya operasi untuk bedah plastik karena alasan kosmetik.

Saat ini, pemerintah berfokus pada penduduk yang belum memiliki jaminan kesehatan sama sekali. Misalnya penduduk miskin, pra miskin dan penduduk yang tidak memiliki upah tetap.

"Saat ini jamkesmas sudah menjamin 76,4 juta jiwa. Tahun 2013 kita menambahkan 10 juta jiwa lagi yang akan dibayari oleh anggaran pemerintah. Jumlah kepesertaan menjadi fokus pemerintah karena sumber daya kita memang terbatas," kata Wamenkes.

Pemerintah memfokuskan pada jamkesmas karena masayarakat miskin masih kurang optimal menggunakannya. Apalagi masyarakat miskin masih kurang memiliki kesadaran kesehatan dan baru menemui dokter atau pusat layanan kesehatan saat sakitnya bertambah parah. Maka tak heran jika biaya rawat inap pada pasien jamkesmas lebih besar.

Sembarangan Pakai Tabir Surya Bisa Memicu Penyakit Endometriosis

Jakarta - Penggunaan produk perlindungan seperti krim tabir surya perlu digunakan untuk menjaga kulit agar terhindar dari panas matahari yang menyengat. Tetapi, Anda perlu berhati-hati terhadap bahan tertentu yang terkandung dalam krim tabir surya yang diduga dapat menyebabkan penyakit endometriosis.

Berdasarkan studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal ACS Environmental Science & Technology menyatakan bahwa penggunaan krim tabir surya yang mengandung bahan tertentu dapat meningkatkan risiko endometriosis. Endometriosis adalah peradangan yang terkait dengan hormon estrogen berupa pertumbuhan jaringan endometrium yang disertai perambatan pembuluh darah, hingga menonjol keluar dari rahim yang menyebabkan nyeri pada pinggang.

Beberapa tabir surya dan produk perawatan pribadi mengandung benzofenon (BP). Bahan tersebut sangat efektif menghalangi sinar ultraviolet yang berbahaya dari matahari. Tetapi sejumlah kecil BP dapat melewati kulit dan terserap ke dalam darah, di mana zat tersebut dapat meniru efek hormon estrogen dalam tubuh.

Perkembangan endometriosis pada 1 dari 10 wanita usia produktif dipengaruhi oleh kadar estrogen dalam tubuhnya. Tetapi, meskipun fakta-fakta tersebut terkait, para peneliti sampai sekarang belum dapat memastikan penggunaan tabir surya BP dapat meningkatkan kemungkinan endometriosis.

Oleh karena itu para peneliti menganalisis tingkat BP dalam urin 625 wanita yang menjalani operasi endometriosis. Peneliti menemukan bahwa wanita yang menderita endometriosis tersebut memiliki tingkat BP yang cukup tinggi yaitu 2,4 OH-BP.

"Wanita cenderung memiliki kadar BP yang tinggi selama musim panas dan penggunaan krim tabir surya. Hasil penelitian tersebut menimbulkan spekulasi bahwa paparan tingkat tinggi 2,4 OH-BP mungkin menjadi salah satu penyebab endometriosis," kata Kurunthachalam Kannan, salah seorang peneliti seperti dilansir dari medindia, Jumat (11/5/2012).

Tes Darah untuk Identifikasi Paparan Asap Rokok Pada Anak

Written By kecamatan mlarak on Kamis, 10 Mei 2012 | 23.41

Jakarta, Saat ini banyak anak yang sudah terpapar asap rokok sejak masih kecil, padahal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatannya. Untuk itu peneliti membuat metode tes darah dalam mengidentifikasi paparan asap rokok pada anak.

Sebuah studi di AS mendapatkan lebih dari separuh anak-anak yang terlibat dalam penelitian ini dinyatakan positif terhadap paparan rokok. Namun sayangnya hanya segelintir orangtua saja yang menyadari hal ini.

Peneliti dari University of California, San Francisco menuturkan kebanyakan orangtua berpikir anaknya akan terkena paparan jika ada orang disekitarnya yang aktif merokok, atau tidak menyadari bahwa lingkungannya rentan terhadap asap rokok.

Padahal selama ini sudah diketahui paparan asap rokok pada anak berkaitan dengan sindrom kematian bayi mendadak, gangguan pernapasan, infeksi telinga dan asma. Untuk itu tes darah ini bisa membantu mengidentifikasi dan mengurangi paparan asap.

"Tes ini memungkinkan dokter untuk berkonsultasi dengan orangtua dalam hal mencari tahu sumber paparan dan menghilangkannya," ujar Jonathan Winickoff, profesor pediatri di Massachusetts General Hospital for Children, Boston, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/5/2012).

Winickof yang juga editor untuk studi yang dipublikasikan dalam Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine menuturkan tes ini juga bisa mengetahui jika anak sedang terpapar rokok dan tidak disadari oleh orangtua, misalnya hidup di apartemen yang mana rokok diperbolehkan.

Dalam studi ini peneliti menguji sampel darah dari 496 anak yang sebagian besar berusia 1-4 tahun. Sampel darah ini untuk menguji paparan timbal antara November 2009 sampai Maret 2010. Serta menguji cotinine yaitu zat kimia yang diproduksi oleh tubuh setelah terkena nikotin.

Secara keseluruhan 55 persen dari sampel darah mengandung cotinine, yang berarti anak telah terpapar asap rokok dalam waktu 3-4 hari sebelumnya. Namun hanya 13 persen orangtua yang mengakui bahwa anaknya sudah terpapar asap rokok.

"Saya pikir banyak orangtua yang tidak memahami berbagai sumber paparan asap rokok yang potensial, padahal jika orangtua memahami maka bisa mencegah paparan dan mengurangi risiko terkena berbagai penyakit," ujar Neal Benowitz, salah satu co-authors untuk studi ini.

Baru Berumur 18 Bulan Tapi Beratnya Sudah 19 Kg Lebih

Hunan, China, - Obesitas ternyata tidak hanya melanda orang-orang dewasa, tetapi juga balita yang sedang tumbuh kembang. Seorang balita di China yang baru berusia 18 bulan memiliki berat badan yang sudah mencapai 19 kg lebih.

Berat badan tersebut mencapai dua kali lipat dari berat badan yang direkomendasikan untuk balita berdasarkan usia dan tinggi badannya.

Balita tambun tersebut bernama Dan Dan, putri dari pasangan Cheng Lichao dan istrinya Feng Xiaochun. Kedua orangtuanya telah membawa putrinya tersebut ke beberapa klinik spesialis, karena tidak tahu mengapa putrinya tumbuh sangat subur bahkan membuatnya belum bisa berjalan.

Setelah mengunjungi serangkaian rumah sakit untuk mencari jawaban, tak satu pun dokter mampu menjelaskan penyebab obesitas pada putrinya tersebut. Pasangan ini pun membawa Dan Dan ke Hunan Provincial Children's Hospital di China.

"Dia mulai tumbuh dengan cepat sejak usia 1 bulan. Ketika usianya menginjak 1 tahun, beratnya sudah mencapai 15 kg," jelas ibunya Feng Xiaochun, seperti dilansir Thesun, Jumat (11/5/2012).

Menurut ibunya, Dan Dan memiliki nafsu makan yang sangat besar. Setiap makan ia harus makan hampir semangkuk besar nasi dan minum banyak air.

Berat badan Dan Dan sekarang bahkan lebih besar dari kakaknya yang berumur 5 tahun, yang hanya 12,9 kg.

 
Copyright © 2011. kecamatan mlarak - All Rights Reserved